Dua lembar ACP bisa sama-sama tebal 4 mm dan berwarna sama, tetapi berbeda jauh kekakuan dan ketahanan korosinya. Penyebabnya ada di lapisan aluminium (aluminium skin), yang dikenal dengan seri alloy. ACP Seven tersedia dalam tiga seri: 1100, 3003, dan 5005. Singkatnya, makin tinggi serinya, makin kaku dan makin tahan korosi panelnya. Artikel ini menjelaskan bedanya dan kapan masing-masing dipakai di Sumatera Utara dan Aceh.
Perbandingan alloy 1100, 3003, dan 5005
| Seri alloy | Komposisi | Sifat lembaran | Kekuatan | Cocok untuk |
|---|---|---|---|---|
| 1100 | Aluminium murni komersial | Lunak, ulet, mudah ditekuk | Acuan dasar | Interior, signage, bentuk lengkung atau tekukan rumit |
| 3003 | Aluminium dengan tambahan mangan | Lebih kaku dari 1100 | ± 20% lebih kuat dari 1100 | Fasad gedung bertingkat dan lokasi berangin kencang |
| 5005 | Kandungan magnesium lebih banyak dari 3003 dan 1100 | Paling keras dan kaku | ± 20% lebih kuat dari 3003, ± 50% lebih kuat dari 1100 | Daerah pesisir dengan udara bergaram |
Alloy 1100: lentur dan mudah dibentuk
Alloy 1100 adalah aluminium murni komersial. Bahannya lunak dan ulet, sehingga ideal untuk pekerjaan yang membutuhkan pembentukan rumit, seperti huruf timbul, neon box, kolom bulat, atau tekukan kecil pada lisplang. Ketahanan korosinya sudah sangat baik untuk pemakaian umum. ACP Seven Interior memakai alloy 1100, dan versi Exterior juga tersedia dengan alloy ini.
Alloy 3003: lebih kaku untuk bidang luas dan angin kencang
Alloy 3003 mendapat tambahan mangan, sehingga sekitar 20% lebih kuat dari 1100 dan lebih tahan korosi. Lembarannya lebih kaku, sehingga cocok untuk fasad gedung bertingkat atau lokasi dengan hembusan angin kencang. Pada bidang yang lebar, panel yang kaku juga lebih mudah dibuat rata.
Alloy 5005: untuk udara bergaram di pesisir
Alloy 5005 mengandung magnesium lebih banyak, sehingga paling keras dan kaku: sekitar 20% lebih kuat dari 3003 dan 50% lebih kuat dari 1100. Keunggulan utamanya adalah ketahanan terhadap oksidasi air laut dan garam. Inilah pilihan untuk bangunan di pesisir, seperti Belawan, Tanjung Balai, Sibolga, Banda Aceh, Lhokseumawe, dan Meulaboh.
Cara memilih alloy berdasarkan lokasi
- Dekat laut atau terkena angin laut? Pilih 5005.
- Gedung bertingkat atau lokasi terbuka berangin kencang? Pilih minimal 3003.
- Ruko, rumah, atau toko di dalam kota? 1100 atau 3003 sudah memadai.
- Interior, signage, atau bentuk yang banyak tekukan? 1100 paling mudah dikerjakan.
Untuk penggunaan di luar ruangan, pastikan juga lapisan catnya PVDF. ACP Seven Exterior memakai PVDF setebal 0,3 mm, sedangkan versi Interior memakai polyester 0,21 mm.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah alloy memengaruhi warna ACP?
Tidak. Warna ditentukan oleh lapisan cat. Alloy menentukan kekakuan dan ketahanan korosi lapisan aluminiumnya.
Berapa ketebalan ACP Seven untuk setiap alloy?
ACP Seven hanya tersedia dalam ketebalan 4 mm, dengan ukuran standar 122 × 244 cm dan jumbo 122 × 488 cm. Tidak ada varian 2 mm, 3 mm, atau 5 mm.
Apakah alloy yang lebih tinggi selalu lebih baik?
Tidak selalu. Untuk interior atau bentuk yang banyak tekukan, 1100 justru lebih mudah dikerjakan. Pilih sesuai lokasi dan bentuk pekerjaan.
Baca juga: katalog ACP Seven, memilih ACP untuk fasad di Sumut dan Aceh, dan cara membandingkan merek ACP.
PT Cakrawala Indo Panel — Distributor resmi ACP Seven untuk Sumatera Utara dan Aceh
Komplek Pergudangan Amplas Centre Blok B5, Jl. Panglima Denai, Medan
WhatsApp: 0822-6006-8889
